Welcome To My Blog

>> Monday, November 24, 2008

Welcome To My Blog and Surving in the My Blog.....

Read more...

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)

Biaya pendidikan yang murah merupakan sesuatu hal yang sangat diidamkan seluruh masyarakat indonesia, betapa tidak keinginan untuk memperolah pendidikan yang baik dan fasilitas yang memedai adalah sesuatu hal yang sangat masal untuk saat ini.
Berawal dari hal tersebut di atas maka pendidikan yang murah merupakan keharusan disamping kualitas pendidikan yang menjadi faktor utama, solusi yang tepat untuk menanggulangi hal tersebut di atas maka Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sedang dikembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Pendidikan Jarak jauh yang sedang dilaksanakan adalah PJJ D3 TKJ yang merupakan model pendidikan jarak jauh yang bertujuan untuk memelihara dan melakukan pengolaan data yang terhubung langsung (online) dengan Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta.
JARDIKNAS adalah protype jaringan global yang membentuk suatu sub jaringan yang tertutup dan dikendalikan oleh manajemen jaringan di pusat (VPN). Jardiknas adalah gerbang dimana instansi dan institusi pendidikan melakukan sharing dan pengolahan data pendidikan dan jardiknas juga adalah fasilitas jaringan yang menghubungkan semua elemen pendidikan dan dunia luar (global)
Dari hal tersebut diatas, jardiknas ini semua kegiatan mencakup yang sifatnya online dan realtime dilakukan untuk melakukan penelitian, pengembangan bahkan pendidikan jarak jauh yang terbuka untuk semua elemen pendidikan.

Read more...

Mouthing off is not a crime

There are many reason why people tend to be quiet when they are fasting. First they are too hungry and thirsty to talk. Second, they don’t want to pollute their mouth with gossip and other useless talk. And third, their mouths tend to smell something awful during the day. But does fasting always equal a complete and embarrassed silence? Yeah, gossiping is a waste of breath, but when your friends are in need of advice, and when group study session is well under way, or when the buka puasa bersama committee is having a meeting, don’t let your fear of bad breath stop you from speaking up.

Read more...

Sejarah Cirebon

Mengawali cerita sejarah ini sebagai Purwadaksina, Purwa Kawitan Daksina Kawekasan, tersebutlah kerajaan besar di kawasan barat pulau Jawa PAKUAN PAJAJARAN yang Gemah Ripah Repeh Rapih Loh Jinawi Subur Kang Sarwa Tinandur Murah Kang Sarwa Tinuku, Kaloka Murah Sandang Pangan Lan Aman Tentrem Kawontenanipun. Dengan Rajanya JAYA DEWATA bergelar SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI Raja Agung, Punjuling Papak, Ugi Sakti Madraguna, Teguh Totosane Bojona Kulit Mboten Tedas Tapak Paluneng Pande, Dihormati, disanjung Puja rakyatnya dan disegani oleh lawan-lawannya.

Raja Jaya Dewata menikah dengan Nyai Subang Larang dikarunia 2 (dua) orang putra dan seorang putri, Pangeran Walangsungsang yang lahir pertama tahun 1423 Masehi, kedua Nyai Lara Santang lahir tahun 1426 Masehi. Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun 1428 Masehi. Pada tahun 1442 Masehi Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis Putri Ki Gedheng Danu Warsih dari Pertapaan Gunung Mara Api.
Mereka singgah di beberapa petapaan antara lain petapaan Ciangkup di desa Panongan (Sedong), Petapaan Gunung Kumbang di daerah Tegal dan Petapaan Gunung Cangak di desa Mundu Mesigit, yang terakhir sampe ke Gunung Amparan Jati dan disanalah bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari kerajaan Parsi. Ia adalah seorang Guru Agama Islam yang luhur ilmu dan budi pekertinya. Pangeran Walangsungsang beserta adiknya Nyai Lara Santang dan istrinya Nyai Endang Geulis berguru Agama Islam kepada Syekh Nur Jati dan menetap bersama Ki Gedheng Danusela adik Ki Gedheng Danuwarsih. Oleh Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang diberi nama Somadullah dan diminta untuk membuka hutan di pinggir Pantai Sebelah Tenggara Gunung Jati (Lemahwungkuk sekarang). Maka sejak itu berdirilah Dukuh Tegal Alang-Alang yang kemudian diberi nama Desa Caruban (Campuran) yang semakin lama menjadi ramai dikunjungi dan dihuni oleh berbagai suku bangsa untuk berdagang, bertani dan mencari ikan di laut.
Danusela (Ki Gedheng Alang-Alang) oleh masyarakat dipilih sebagai Kuwu yang pertama dan setelah meninggal pada tahun 1447 Masehi digantikan oleh Pangeran Walangsungsang sebagai Kuwu Carbon yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Atas petunjuk Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.
Pangeran Walangsungsang mendapat gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang mendapat gelar Hajah Sarifah Mudaim, kemudian menikah dengan seorang Raja Mesir bernama Syarif Abullah. Dari hasil perkawinannya dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. Sekembalinya dari Mekah, Pangeran Cakrabuana mendirikan Tajug dan Rumah Besar yang diberi nama Jelagrahan, yang kemudian dikembangkan menjadi Keraton Pakungwati (Keraton Kasepuhan sekarang) sebagai tempat kediaman bersama Putri Kinasih Nyai Pakungwati. Stelah Kakek Pangeran Cakrabuana Jumajan Jati Wafat, maka Keratuan di Singapura tidak dilanjutkan (Singapura terletak + 14 Km sebelah Utara Pesarean Sunan Gunung Jati) tetapi harta peninggalannya digunakan untuk bangunan Keraton Pakungwati dan juga membentuk prajurit dengan nama Dalem Agung Nyi Mas Pakungwati. Prabu Siliwangi melalui utusannya, Tumenggung Jagabaya dan Raja Sengara (adik Pangeran Walangsungsang), mengakat Pangeran Carkrabuana menjadi Tumenggung dengan Gelar Sri Mangana.
Pada Tahun 1470 Masehi Syarif Hiyatullah setelah berguru di Mekah, Bagdad, Campa dan Samudra Pasai, datang ke Pulau Jawa, mula-mula tiba di Banten kemudian Jawa Timur dan mendapat kesempatan untuk bermusyawarah dengan para wali yang dipimpin oleh Sunan Ampel. Musyawarah tersebut menghasilkansuatu lembaga yang bergerak dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dengan nama Wali Sanga.
Sebagai anggota dari lembaga tersebut, Syarif Hidayatullah datang ke Carbon untuk menemui Uwaknya, Tumenggung Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang) untuk mengajarkan Agama Islam di daerah Carbon dan sekitarnya, maka didirikanlah sebuah padepokan yang disebut pekikiran (di Gunung Sembung sekarang)
Setelah Suna Ampel wafat tahun 1478 Masehi, maka dalam musyawarah Wali Sanga di Tuban, Syarif Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan pimpinan Wali Sanga. Akhirnya pusat kegiatan Wali Sanga dipindahkan dari Tuban ke Gunung Sembung di Carbon yang kemudian disebut puser bumi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sedangkan sebagai pusat pemerintahan Kesulatan Cirebon berkedudukan di Keraton Pakungwati dengan sebutan GERAGE. Pada Tahun 1479 Masehi, Syarif Hidayatullah yang lebih kondang dengan sebutan Pangeran Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Mas Pakungwati Putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis. Sejak saat itu Pangeran Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan Carbon I dan menetap di Keraton Pakungwati.
Sebagaimana lazimnya yang selalu dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana mengirim upeti ke Pakuan Pajajaran, maka pada tahun 1482 Masehi setelah Syarif Hidayatullah diangkat menajdi Sulatan Carbon membuat maklumat kepada Raja Pakuan Pajajaran PRABU SILIWANGI untuk tidak mengirim upeti lagi karena Kesultanan Cirebon sudah menjadi Negara yang Merdeka. Selain hal tersebut Pangeran Syarif Hidayatullah melalui lembaga Wali Sanga rela berulangkali memohon Raja Pajajaran untuk berkenan memeluk Agama Islam tetapi tidak berhasil. Itulah penyebab yang utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai Negara Merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran.
Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran tersebut, dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala, bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon “dprd-cirebonkab.go.id”

Read more...

My Daili Activities

My name is Ilham, My address in Cirebon regentcy. I was born in Cirebon. I Work at Vocational High School Of Maritim Cirebon. I start going to work at 06.30 WIB by public car and come in my office at seven o’clock . Before doing my job, I make a cup of tea at the same time and check the internet. I read the e-mail. After reading the e-mail I sign out my e-mail and then I check the update anti virus program. I type report the letter on the computer than save in my folder box and I write the agenda activity in staff administration.
Every Monday we usually do the flag ceremony with all students, teachers and staffs administration.
Every Friday morning I do the sport with all the teachers and staffs administration, such as: Volley Ball, basket ball and table tennis. After finishing the sport we eat peanut green porridge together.
I break at 10.00 a clock and than eat food at the canteen, and than back to my work. The second break at 12.00 a clock I pray “dzuhur” and than back to my work. I came home at 3 pm .

Read more...

Wellcome to My Blog

>> Saturday, November 8, 2008

Wellcome to my blog... sorry iam learn to my blog

Read more...

Where do You go to New Year ?

Friends

My Blog List

  © Blogger template Joy by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP